Desa Batorasang merupakan desa yang memiliki potensi alam seperti bukit Gonung Andhri di sisi timur. Selain itu, pertanian menjadi bidang yang sangat menonjol sehingga banyak dijumpai di desa ini, antara lain padi, jagung, umbi-umbian, serta sukun. Pertanian di desa ini menggunakan metode tadah hujan sehingga pada musim kemarau sawah-sawah yang ada ‘beristirahat’. Dengan geliat pertanian yang luar biasa, maka masyarakat desa lewat inisiasi perangkat desa membentuk kelompok tani yang masing-masing dusun mempunyai pengurus.
Selain pertanian di sawah, juga terdapat potensi alam yang tak kalah luar biasanya. Tanah yang subur adalah nikmat yang sungguh tidak ternilai. Karena secara geografis yang berada di lereng bukit, oleh karena itu lesuburan tanahnya tidak dapat diragukan lagi. mengingat lereng bukit tentu tanah yang ada mengandung zat hara tanah yang banyak sehingga sangat cocok untuk lahan pertanian (sawah dan ladang). Atas latar belakang itu lah, maka tidak mengherankan jika terdapat banyak ladang yang biasanya dijadikan tempat oleh warga menanam Jagung, umbi-umbian, kacang, dan lain sebagainya
Potensi pertanian yang luar biasa ini juga didukung dengan sumber air yang dapat dikatakan cukup. Desa Batorasang adalah desa yang dilintasi oleh aliran sungai. Aliran sungai ini lah yang menjadi penopang ketahanan pangan serta sumber air tetap warga saat musim kemarau.
Pekarangan rumah warga juga nampaknya mempunyai peran yang besar jika dapat dimaksimalkan dengan baik. Hal ini bisa kita tilik bersama dengan banyaknya pohon Sukun. Hampir setiap halaman rumah warga tumbuh menjulang pohon Sukun. Jangan berpikir bahwa Sukun yang tumbuh adalah buah Sukun biasa, tentu bukan. Buah Sukun di desa ini berbeda dengan Sukun pada umumnya. Hal ini nampak dari ukuran yang lebih kecil namun rasanya lebih manis daripada Sukun biasanya.
Melihat potensi yang besar maka tentu sangat disayangkan apabila buah Sukun yang melimpah ini tidak maksimal dalam pemanfaatannya. Salah satu bentuk pemanfaatannya yakni dengan membuat olahan makanan berbahan baku Sukun oleh para belasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 53 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 2019-2020. Bergandeng tangan dengan PKK, maka terciptalah produk unggulan yakni BaDoKun (Batorasang Donat Sukun) dengan cita rasa khas. Diharapkan produk yang dibuat dapat dikembangkan dan menjadi pemantik terhadap munculnya produk-produk lain yang memanfaatkan hasil alam.







0 komentar:
Posting Komentar